5 Metode menidurkan bayi agar orangtua dapat tidur dengan nyenyak.
Apapun cara yang dipilih jangan abaikan kebutuhan rasa aman pada bayi.
Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik,
tapi juga sikapnya keesokan hari. Bayi yang tidur cukup tanpa sering
terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel. Manfaatnya juga bisa
dirasakan ibu dan ayah. Kualitas tidur orangtua bisa lebih baik jika
bayi bisa tidur pulas sepanjang malam. Aktivitas dari pagi hingga sore
hari pun bisa dijalani dengan lancar.
Masalahnya, bayi sering terbangun di malam hari bukan lantaran lapar
atau gangguan lain, tetapi seperti diungkapkan Siobhan Stirling dalam
bukunya Sleep, sebagian besar bayi terbangun di tengah malam karena
perubahan fase tidur, dari tidur lelap ke tidur ringan.
Tidur ringan atau tidur REM (rapid eye movement) merupakan kondisi tidur
dengan ciri-ciri antara lain, napas tidak teratur, tubuh cenderung
tegang, dan bola mata bergerak-gerak di bawah kelopak mata. Dalam
kondisi ini, bayi mudah terbangun dari tidurnya. Tidur jenis ini dialami
bayi sejak berusia 6-7 bulan dalam kandungan. Sebagian besar bayi
normal tidur dalam keadaan REM.
Sebaliknya, tidur nyenyak atau non-REM ditandai dengan keadaan sangat
santai, relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas
yang teratur, dan hampir tidak ber-mimpi. Sulit membangunkan bayi dalam
fase tidur ini.
Bayi akan mengalami perubahan fase tidur dari REM ke non-REM. Bayi yang
baru lahir, misalnya, begitu tertidur akan memasuki fase REM, tapi 20
me-nit berikutnya mengalami fase tidur non-REM. Terbangun saat
perpindahan fase adalah hal biasa. Saat terbangun, mungkin bayi akan
menangis dan mencari sang ibu. Tak jarang, ibu lantas menyusui atau
menggendong bayi berkali-kali yang tentu saja mengganggu kualitas
tidurnya. Tiap beberapa jam, ibu atau ayah harus terbangun dan
menenangkan sang bayi.
PILIH CARA YANG PALING SESUAI
Jika si bayi sering terbangun di tengah malam dan orangtua merasa
kualitas tidurnya menurun, ada baiknya untuk mengajari bayi tidur.
Sebenarnya ia bisa menenangkan diri sendiri dan kembali tertidur pulas
setelah terjaga sejenak. Pilihlah metode yang paling sesuai dengan Anda
dan si kecil seperti ditawarkan Stirling berikut ini:
1. BERSIKAP DINGIN
Metode ini merupakan metode “paling kejam”. Tetapi seperti janji
Stirling, metode inilah yang paling jitu. Orangtua bisa mera-sakan
efeknya dalam waktu tiga hari. Caranya dengan meletakkan bayi di tempat
tidur. Setelah mengucapkan selamat tidur padanya, tinggal saja sampai
ia tertidur dengan sendirinya.
Sebagian besar bayi akan menangis begitu orangtua menghilang dari
pandangannya. Tapi lama-lama, karena tidak mendapat respons, bayi akan
menyerah dan akhirnya tertidur.
2. KENDALIKAN TANGISAN
Metode ini banyak digunakan orangtua di banyak negara dan cukup efektif
menenangkan bayi setelah beberapa malam. Prinsipnya hampir sama dengan
metode kesatu, yaitu biarkan bayi menangis. Bayi pun akan menyerah dan
akhirnya tertidur. Bedanya, metode ini memberikan waktu jeda yang
diperpanjang secara berangsur-angsur. Sebelum memulainya, orangtua bisa
memutuskan berapa lama anak akan dibiarkan menangis, minimal satu
menit. Setelah meletakkannya di tempat tidur, ucapkan selamat malam dan
tinggalkan si kecil. Jika bayi tetap terjaga, kembalilah dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan, misalnya 5 menit. Setelah bayi
ditenangkan, tinggalkan lagi dan kembali dalam waktu yang lebih lama,
begitu seterusnya hingga orangtua bisa meninggalkan bayi paling lama 20
menit.
Lakukan hal itu pada malam berikutnya. Secara perlahan tingkatkan jeda
waktu sebelum memeriksa keadaan bayi. Misalnya, jangan kembali menengok
si kecil sebelum 10 menit berakhir, lalu perpanjang waktunya hingga
maksimal 25 menit. Pada malam ketiga, setelah 15 menit ibu baru bisa
menengok bayi di boksnya, kemudian jeda diperpanjang menjadi 30 menit,
dan seterusnya.
3. MEMBUJUK BERULANG
Ini metode terbaik bagi orangtua yang tidak bisa atau tidak tega
membiarkan bayinya menangis. Yakinkan si kecil, bahwa Anda selalu berada
di dekatnya dan mintalah dia untuk tidur. Penerapannya sebagai
berikut: ucapkan kata-kata khusus pengantar tidur, lalu berjalanlah
menjauh (bisa ke luar kamar). Bayi mungkin akan menangis. Jika itu
terjadi kembalilah dan ucapkan kata pengantar tidur, lalu tinggalkan.
Ulangi langkah-langkah itu sampai bayi tertidur.
4. BERI CIUMAN
Setelah meletakkan bayi di tempat tidur, ucapkan kata pengantar tidur
dan berikan ciuman. Berjanjilah untuk kembali lagi dan memberinya
ciuman. Mundurlah beberapa langkah sebelum memberikan ciuman kedua. Jika
bayi bergerak-gerak minta digendong atau menangis, jangan menegurnya,
tetapi baringkan kembali dan berikan ciuman perpisahan. Setelah
beberapa hari, kita akan tahu jumlah ciuman dan waktu yang dibutuhkan.
5. MUNDUR PERLAHAN
Baringkan si kecil, kemudian duduklah di sampingnya sampai ia tertidur.
Di minggu-minggu berikut, perlahan-lahan berpindahlah sedikit lebih
jauh dari tempat tidurnya, sampai akhirnya Anda tidak mesti berada di
dalam kamar saat bayi tertidur. Ia mungkin akan menolak setiap kali
orangtua bergeser dari sisi tempat tidur. Jika ibu tetap tenang dan
tegas, penolakan tersebut akan berakhir hanya dalam waktu satu atau dua
malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar